BERITA

Tanggungjawab, Cinta dan Keiklasan : Mengajar dalam Keterbatasan Cahaya

Tentang Penulis: Trisnatun Abuyafi Ranaatmaja adalah seorang guru  IPA dan menulis esai reflektif mengaitkan sains, budaya, dan spiritualitas dalam narasi pendidikan

Perubahan, Perbedaan, dan Risiko di Sekolah

Artikel ini merupakan surat terbuka dari Bapak Trisnatun, M.Pd, mantan Kepala Sekolah, untuk saudara-saudara guru karyawan di SMP N 1

Ketika Ketulusan Dikalahkan oleh Algoritma

Tulisan ini adalah refleksi tentang wajah pendidikan Indonesia di era digital, ketika ketulusan sering kalah oleh algoritma dan makna dikalahkan

Uang, Matahari Kedua Manusia Modern

Renungan oleh Trisnatun Abuyafi Ranaatmaja Ada satu pertanyaan yang menggoda logika sekaligus mengguncang iman: apakah pahala surga dan siksa neraka juga

Dari Kepala Sekolah ke Guru, Trisnatun Purna Tugas dengan Karya Sastra

Deras hujan turun di Ajibarang pada sore yang mestinya biasa saja, namun di sebuah rumah seorang guru, hujan itu justru

Lonceng  Usai Berdentang : Cimplung Hilang?

Trisnatun Abuyafi Ranaatmaja Saat satu episode berakhir, kemarin seketika menjelma masa silam yang tak bisa diulang. Ruang-ruang kelas yang dulu riuh

Rumpun Bambu dan Ki Demang

Trisnatun Abuyafi Ranaatmaja Di tepi kademangan, serumpun bambu menegakkan punggungnya seperti pasukan upacara. Ada yang lurus, ramping, dan nyaris tanpa cela—seperti

Karawitan Rasa Manunggal SMPN 1 Cilongok, Harmoni Gending Dolanan di Era Modern

Pada Senin, 11 Agustus 2025, suasana di SMP Negeri 1 Cilongok berbeda dari biasanya. Sejak pagi buta, para siswa yang

Pemertahanan Bahasa Jawa dalam Era Digital

Bahasa adalah cermin masyarakat. Dari cara sebuah komunitas berbahasa, kita bisa melihat identitas, nilai, bahkan cara berpikir mereka. Di Indonesia,