Rizqi Saharani Agustien yang kerap disapa Riris berhasil mewakili
SMP Negeri 1 Cilongok menyabet juara dua lomba story telling SMECON Got Talent
yang telah diadakan pada tanggal empat belas April tahun dua ribu dua puluh dua
bertepatan dengan bulan Ramadhan 1443 Hijriyah.
Riris mengangkat cerita berjudul Chronicle of Ajibarang atau Asal Usul
Ajibarang karena ingin mengangkat cerita kearifan lokal di wilayah Banyumas.
Dara yang lahir pada tanggal tujuh belas Agustus tahun dua ribu
tujuh ini memang totalitas dalam mengikuti latihan. “Saya berusaha menghafal
teks, belajar pronunciation, ekspresi wajah dan tidak lupa berdoa,” ungkapnya
dalam wawancara. Riris juga serius mengikuti pengarahan dan penjelasan dari
guru mata pelajaran bahasa Inggris.
Terbukti Riris mampu mencerna kritikan yang membangun dengan baik.
“Riris mudah menerima kritikan atau berlapang dada dan mampu beradaptasi dengan
cepat,” Ungkap bu Sri Purwati selaku koordinator guru mata pelajaran Bahasa
Inggris. Tidak heran jika kerja keras Riris selama ini membuahkan hasil.
Penggemar komik dan game ini mengaku suka bahasa Inggris karena memperlancar komunikasinya saat bermain game online. Riris mempunyai prinsip hidup yaitu tidak boleh ragu dan percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Maka dari itu Riris punya kemauan yang kuat untuk mengikuti lomba. Riris mengingatkan kepada dirinya dan teman-temannya “Kalau punya bakat, harus dikembangkan. Jangan sampai takut kalah, kalau kalah ya usaha lagi, dan lagi. Pokoknya jangan menyerah.” Terima kasih Riris sudah mengharumkan nama sekolah, semoga sukses selalu.
PNS NYAMBI JURAGAN SAPI, WHY NOT?
Bernama
lengkap Nurudin Ashari lahir di Banyumas 07 Februari 1964. Beliau menamatkan
Pendidikan di SMP Negeri 1 Cilongok pada tahun 1979. Tidak heran, beliau
memiliki ikatan batin yang dalam dengan almamaternya, SMP Negeri 1 Cilongok. Kemudian
beliau melanjutkan di SMA Pemda atau yang sekarang dikenal dengan SMA Negeri
Ajibarang.
Beliau mengawali karir pada usia dua
puluh satu tahun. Penempatan pertama di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas sebagai
staf tata usaha pada tahun 1986. Kemudian, beliau dipindah tugaskan di UPK Ajibarang.
Setelah tiga belas tahun bekerja di UPK Ajibarang, beliau berpindah tugas di
SMP Negeri 2 Gumelar hingga tahun 2012. Pada tahun 2017, beliau dipindah
tugaskan di SMP Negeri 2 Pekuncen hingga
2020.Selain sebagai pegawai negri sipil, beliau yang kerap disapa Pak Nur ini,
mengakhiri karir di SMP Negeri 1 Cilongok dari tahun 2020 sampai 2022. Dalam
menjalankan tugasnya, kakek bercucu lima ini memiliki prinsip membangun komunikasi,
komitmen, dan kerja sama. Menurut Pak Nur, semua tempat kerja memiliki kesan,
Bapak tiga orang anak ini juga
mempunyai hobi berkebun dan berternak. Dari hobi yang ditelateninya ini, beliau
bisa mempunyai peternakan sapi potong. Setiap harinya pak Nur bisa memotong
satu sampai dua ekor sapi. Tidak heran jika hobinya menghasilkan pundi pundi yang
tidak sedikit. Beliau sudah mempunyai pelanggan tetap yang rata-rata merupakan
pedagang daging di pasar sekitar Ajibarang, pedagang bakso dan ibu-ibu rumah
tangga. Sampai sekarang pun Pak Nur sudah biasa mengantar daging sapi segar
pada pagi hari menggunakan sepeda motor. Ketekunan beliau merintis usaha dari
hobinya merupakan keteladanan yang nyata bagi kita semua. Kerja keras, kemauan,
ketekunan dan doa adalah kunci. Setelah purna tugas beliau akan fokus
mengembangkan usahanya ini. “Pensiun bukanlah akhir, namun awal dari kehidupan
yang baru” tutur mantan Koordinator Tata Usaha SMP Negeri 1 Cilongok. Semoga
keteladanan beliau bisa menginspirasi kita semua. Selamat memasuki masa purna tugas,
semoga sehat selalu. Dari kami keluarga besar SMP Negeri 1 Cilongok.


Tuliskan Komentar Anda