Reportase Sarasehan Kurikulum Merdeka Belajar Di Dieng

REPORTASE : Sarasehan Kurikulum Merdeka Belajar di Dieng

REPORTASE : Sarasehan Kurikulum Merdeka Belajar di Dieng


KEGIATAN AMALIAH RAMADHAN 1443 H

 

CILONGOK – Pada tanggal 27 April hingga 29 April SMP N 1 Cilongok telah melaksanakan kegiatan amalaih Ramadhan serta pembagian zakat fitrah bagi warga SMP dan masyarakat sekitar.

Kegiatan amaliah Ramadhan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sekolah pada bulan Ramadhan. Kegiatan ini berlangsung selam 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 7,8 dan 9. Menyelesaikan 30 juz Al-Quran yang dibacakan secara bergantian, melakukan sholat dhuha, dan berlatih membuat teks khutbah merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpantau oleh wali kelas selama 3 hari pelaksanaan.

Tidak hanya kegiatan tersebut, selam bulan Ramadhan, pemantauan terhadap siswa juga dilakukan dengan pengisian buku amaliah Ramadhan yang telah dibagikan pada awal  bulan Ramadhan. Pembagian buku amaliah Ramadhan daan kegiatan amaliah Ramadhan selama di sekolah ini merupakan salah satu upaya dalam Pendidikan karakter bagi siswa siswi SMP N 1 Cilongok.

“Acara amaliah Ramadhan kemarin menurut saya banyak memberikan pelajaran yang sangat positif. Dari saya sendiri acara kemrin membuat saya jadi tau pentingnyakebersamaan dan berbegi kepada sesame tanpa memandang status sosial” ujar Kanaya siswi kelaas 8 SMP N 1 Cilongok.

Selain kegiatan amalaih Ramadhan. SMP N 1 Cilongok menyelenggarakan zakat fitrah yang dikumpulkan damalm bentuk berang maupun uang. Zakat fitrah tersebut dibagikan kepada sejumlah siswa disekolah, bberpa guru dan karyawan, serta warga sekitar yang telah dilakukan pendataan sebelumnya.

https://youtu.be/CpVEdt2aDmc


       UJIAN PRAKTIK KOLABORASI DALAM RANGKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR.

CILONGOK-SMP N 1 Cilongok menyenggarakan telah ujian  praktik Kolaborasi yang merupakan penerapan dari kurikumum merdeka belajar atau yang sering disebut kurikulum prototipe yang di mulai pada Senin (21/3)

Ujian Praktik Tahun pelajaran 2021/2022 mengusung tema yang berbeda dari ujian praktik tahun-tahun sebelumnya, dimana ujian praktik kali ini menampikan hasil dari kreativitas siswa yang dikolaborasikan dengan sebelass mata pelajaran. Ujian ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka belajar yakni kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

“Untuk pelaksanaan ujian praktik kali ini SMP N 1 Cilongok mencoba menantang krativitas siswa dengan membentuk pagelaran perkelompok, diharapkan hal ini bisa menyajikan suatu tampilan yang mengekspresikan kemampuan yang capai selama tiga tahun belajar” menurut Bapak Trisnatun, M.Pd sekalu kepala sekolah

Ujian ini didesain agar siswa mampu memenuhi empat kompetensi dalam pembelajaran yang dinamakan 4C yaitu critical thinking, communication, collaboration, and creativity. Dengan menyusun berbagai kegiatan mulai dari persiapan hingga pentas, siswa telah mampu menunjukan sikap berpikir kritis, komunikasi anntar anggota kelompok, kerja sama, dan  kreativitas mereka.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh siswa-siswi kelas Sembilan SMP N 1 Cilongok, dibuktikan dengan latihan yang sungguh-sungguh dan penamipalan yang luar biasa, “perasaan saya lega dan seneng dengan penampilan tadi, meskipun terdapat sedikit kendala saat latihan tapi ujian ini dapat mempererat rasa kekeluargaan dengan teman sekelas.” Ujiar Dafa Azharia siswa kelas Sembilan SMP N 1 Cilongok.

https://kurikulum.kemdikbud.go.id

https://www.amongguru.com


DIENG- Acara Sarasehan Kurikulum Merdeka Belajar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se Banyumas Raya Tahun 2022 berlangsung malam hari dari pukul 19.30 s.d. 23.00, di aula balai desa Dieng Kulon, Banjarnegara. (9/3)

Hadir dalam kegiatan ini Pejabat Dinas Pendidikan dan para pengurus MKKS SMP dari empat Kabupaten. Hadir Kepala Dinas Kab. Banjarnegara, Kab. Banyumas , Kab.Purbalingga dan  Kab. Cilacap. Jumlah pesertanya  dibatasi dan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat. Kegiatan Berlangsung dari tanggal 9-10 Maret 2022.

Pada kegiatan tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Cilongok , Trisnatun, M.Pd., ikut hadir sebagai peserta sarasehan. Hasil sarasehan tersebut antara lain pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar harus dipersiapkan oleh semua sekolah. Maka para Kepala Sekolah SMP di eks Karesidenan Banyumas pun harus mengikuti,mencermati dan memahami konsep dan penerapan kurikulum  Merdeka Belajar. Pelaksanaan kurikulum tersebut harus pula mempertimbangkan kondisi pandemi dan penerapan kebiasaan era new normal.

Selain acara sarasehan tersebut,  pertemuan yang dihadiri oleh pengurus dan anggota MKKS SMP dari empat kabupaten ini juga menjadi ajang pertandingan persahabatan, pentas seni dan silaturahmi.(10/3)

Kegiatan tahunan MKKS cup yang sebelum pandemi dilaksanakan rutin sudah tertunda dua tahun terakhir karena pandemi covid 19. Dengan tetap memperhatikan kondisi pandemi dan mengikuti protokol kesehatan secara ketat, tahun ini giliran MKKS SMP Kab.Banjarnegara sebagai panitia.

Kondisi pandemi tidak mengurangi makna dari setiap mata acara dan lomba dari kegiatan ini. Semua hal sudah dipersiapkan secara baik dan tetap waspada. Meskipun saat kontingen dari Kab.Banyumas tiba,  hujan deras mengguyur kawasan wisata candi Arjuna, namun dengan sigap tim dari panitia sudah mengantisipasi kondisi tersebut. Tempat istirahat peserta tersedia di banyak home stay sekitar candi Arjuna. Jumlah peserta yang menginap di bagi menjadi kelompok kecil,  agar tidak terlalu sesak sehingga tetap aman dan kesehatan lebih terjaga.

Malam sarasehan dilanjutkan dengan gelar kreativitas antar MKKS. Acara ini menjadi sebuah arena berekspresi bagi semua jajaran MKKS yang hadir. Bahkan juga menjadi sebuah acara pelepasan, katarsis rasa lelah dan kepenatan pikiran. Kenyataan yang terjadi dan sering didiskusikan oleh para Kepala Sekolah adalah situasi dan kondisi sekolah masa pandemi. Saat harus menghadapi masa pandemi dalam waktu yang lama, maka  tekanan batin cukup berat bagi para guru, para Kepala Sekolah dan mungkin para pengambil kebijakan terkait kegiatan di sekolah.

Maka, wajah-wajah yang tersembunyi dibalik masker setiap saat itu, satu persatu membuka diri. Lapis demi lapis emosi terkelupas dan dibuang. Kembali memunguti serpihan semangat dan mengumpulkan tawa canda untuk membangun optimisme. Mereka semua, perwakilan setiap MKKS kabupaten, meluapkan rasa dalam acara malam keakraban.Bernyanyi dan berjoget dengan ekspresif meskipun seadanya. Kelihatannya, suasana di aula balai desa itu menjadi riuh oleh gempita kegelisahan yang selama ini terpendam. Di antaranya, tentu terselip harapan- harapan baik tentang kesehatan, kebaikan silaturahmi dan idealisme pendidikan. Penerapan kurikulm merdeka belajar semoga benar-benar menjadi aktualisasi makna kemerdekaan secara substantif. Bukan hanya sebuah jargon kosong seperti yang dikhawatirkan banyak pihak yang skeptis.

Dikarenakan dinginnnya udara Dieng. Semua rencana pembacaan puisi yang sudah disiapkan  bersama tim banyumas hilang, bersamaan dengan detik detik Banyumas harus tampil. Maka, atas keterdesakan situasi itu, salah satu peserta Trisntun, M.Pd. berinisiatif untuk berpuisi secara spontan, dengan Judul “Mari Mengumpulkan Hati”. Sebuah spontanitas yang patut dihargai.

“..melihat segala keresahan tumpah

Orang-orang melepaskan kepalanya/melepaskan matanya/melepaskan otaknya/melepaskan kakinya/melepaskan tangannya,” merupakan penggalan puisi spontan yang disampaikan dengan lantang ditengah dinginnya malam di Dieng.

 

Info lain yang terkait klik link berikut:

https://banyumas.suaramerdeka.com/pendidikan/pr-092923898/semua-smp-harus-persiapkan-implementasi-kurikulum-merdeka

https://www.pelajarmedia.com/2022/01/strategi-implementasi-prototype.html

https://nasional.tempo.co/read/1545454/ini-3-karakteristik-utama-kurikulum-prototipe-yang-perlu-guru-ketahui/full&view=ok



 


Tuliskan Komentar Anda